BILA SUDAH BANYAK ISLAM NGELUNJAK

Bila Sdh Banyak, Muslim Ngelunjak

ISLAMISASI LEWAT DEMOGRAFI
WHAT ISLAM ISN'T

By Dr. Peter Hammond


Selama jumlah populasi muslim disebuah negara berkisar 1%, maka mereka akan dikenal sebagai kaum minoritas yang damai, imut & malu-malu, malah patut dikasihani. Bukan sebagai ancaman bagi penduduk negara itu. Mereka sering ditampilkan secara simpatik dlm surat kabar atau film yg sering membanggakan keunikan mereka.

Amerika Serikat – 1.0%
Australia – 1.5%
Canada – 1.9%
China – 1% - 2%
Italia – 1.5%
Norwegia – 1.8%

[Ah, ralat sedikit! Di Australia, Muslim baru mencapai 1.5%, tapi mereka sudah berani menuntut WC terpisah dari “kafir.” ]
(photo of Muslim toilets in La Trobe Bundoora University, Australia)

Para imam mereka juga sudah berani menghina perempuan Australia yg tidak berjilbab sbg 'daging yg siap dihinggapi lalat.'
-------------------

Ketika populasi Muslim mencapai 2% - 3%, mereka mulai sibuk di jalan-jalan, menyebarkan agama mereka diantara suku minoritas lainnya, para mantan napi dan gang jalanan.
(catatan admin: Mereka benar-benar memanfaatkan situasi di negara demokratis --mayoritas Kristen-- dimana tidak ada hukum yg menyatakan bahwa kegiatan menyebarkan agama lain kpd orang yg sudah punya agama merupakan aktivitas ilegal. Lain halnya di negara-negara yg penduduknya mayoritas islam, seperti Indonesia, kegiatan menyebarkan agama Kristen selalu dianggap sebagai aktivitas ilegal. Situasi yg tidak berimbang & fair secara hukum ini menyebabkan islam bertumbuh secara cepat di negara-negara Barat yg tak pernah menganggap kegiatan dakwah islam sebagai aktivitas ilegal. Tentu saja klaim muslim bahwa islam berkembang pesat di dunia Barat itu bisa kita buktikan hanya bualan muslim belaka, karena pesatnya pertumbuhan islam itu bukan karena bertambahnya pengikut baru, tapi lebih disebabkan karena migrasi besar-besaran muslim yg meninggalkan negaranya sendiri yg tidak mampu memberi pendidikan dan kehidupan yg layak bagi mereka, sehingga mereka rame-rame exodus ke negara yg mereka sebut “kafir” untuk mendapatkan kehidupan yg lebih baik. Dan di negeri baru inilah mereka diperlakukan & dilayani dengan sangat baik oleh para “kafir” yg mereka hina-hina, yg nantinya bakal ditendang kalo muslim sudah mulai beranak-pinak seperti tikus).

Denmark – 2%
Jerman – 3.7%
Inggris – 2.7%
Spanyol – 4%
Thailand – 4.6%

[RALAT LAGI! Di UK, Muslim yg belum mencapai jumlah 3% ini sudah mengakibatkan aksi-aksi teror mematikan dan anak-anak muda mereka juga paling belagu menakut-nakuti masyarakat inggris! Di UK, Jerman & Denmark, problematika spt membludagnya penjara mereka dgn napi-napi Muslim, honor killing, perkawinan paksa, perkawinan dgn balita, poligami, penolakan utk berintegrasi, sudah bikin pusing negara.
Aksi Minoritas Muslim di UK

----------------------------

TINGKAT KRITIS: Mulai dari 5%, pengaruh budaya mereka semakin dirasakan penduduk setempat.

Perancis -- 8%
Fillipina -- 5%
Swedia -- 5%
Swiss -- 4.3%
Belanda -- 5.5%
Trinidad &Tobago -- 5.8%

Pada titik ini mereka akan menuntut Syariat Islam. Tidak lain adalah untuk menjadikan dunia 1 agama dan 1 badan hukum yakni syariat islam.

Tuntutan-tuntutan khusus mereka semakin nyata, spt menuntut makanan dan minuman halal di toko swalayan, KFC, kantin-kantin sekolah, kantin-kantin umum dan hukuman bagi pihak yg melanggar (spt di AS).

[RALAT : pada tingkat ini saja mereka sudah berani menuntut segregasi jenis kelamin di sekolah, rumah sakit, kolam renang, ruang olah raga, toko; menuntut media, dunia seni dan hiburan agar membebaskan mereka dari kritik dan kalau tidak mereka akan mengancam/menyeret ke pengadilan/membunuh. Protes, demo, huru hara akan semakin sering terjadi (spt dua insiden huru hara Muslim di PARIS). Alasan selalu sama : Islamofobia, diskriminasi, kurang perhatian dsb dsb]
----------------------

Dan tidak lama lagi mereka akan mencapai 10% dari total populasi. Anda sebaiknya pindah tempat atau berdoa kpd Tuhan anda agar anak perempuan anda tidak menjadi target pemerkosaan Muslim.

[DI Malmo-Swedia, lebih dari 10% Muslim -- pemerkosaan para perempuan kafir dan perempuan tidak berjilbab oleh Muslim semakin merajalela]

Segala tindakan non-muslim yang dianggap bertentangan dengan islam akan mengakibatkan pemberontakan dan berbagai ancaman (Lihat di Belanda – Kartun Muhammad).

Guyana -- 10%
India -- 13.4%
Israel -- 16%
Kenya -- 10%
Russia -- 10-15%

Setelah mencapai 10%, mereka akan memicu kerusuhan, aksi protes,
pengrusakan, formasi pasukan militer, pasukan jihad, pembunuhan,
penghancuran gereja dan sinagoga.
------------------------------------

Bila mencapai 40% dari jumlah populasi, maka mulailah bermunculan kasus-kasus pembantaian, aksi teror dan kontak senjata ala Islam. TOA mesjid juga semakin ramai di jalanan.

Ethiopia -- Muslim 32.8%
Bosnia -- 40%
Chad -- 53.1%
Lebanon -- 59.7%
---------------------------------

Saat mereka berjumlah 60% mereka so pasti akan menindas non-muslim, misalnya dgn pajak jizyah, mewajibkan non-Muslim mematuhi syariat dan menghukum Muslim yg murtad dsb.

Albania -- 70%
Malaysia -- 60.4%
Qatar -- 77.5%
Sudan -- 70%
--------------------------

Setelah 80%, mereka akan secara sistimatis membersihkan negara dari entitas non-Muslim.

Bangladesh -- 83%
Egypt -- 90%
Gaza -- 98.7%
Indonesia -- 86.1%
Iran -- 98%
Iraq -- 97%
Jordan -- 92%
Morocco -- 98.7%
Pakistan -- 97%
Palestine -- 99%
Syria -- 90%
Tajikistan -- 90%
Turkey -- 99.8%
United Arab Emirates -- 96%
-----------------------------------------

100% akan menjadikannya sebuah negara yang 'damai' (dar-es-salaam). Mengapa dikatakan 'damai'? Karena semuannya adalah muslim.


Afghanistan -- 100%
Saudi Arabia -- 100%
Somalia -- 100%
Yemen -- 99.9%

Dan kalau tidak lagi tersisa kafir utk dapat mereka gantung, tusuk, cincang, perkosa, bantai, maka demi memuaskan rasa haus darah
mereka, mulailah mereka saling bunuh-membunuh antar sesama mereka sendiri.

Sebelum saya berusia 9 tahun, saya telah belajar banyak tentang tata cara kehidupan bangsa arab : 'Aku melawan kakak saya; aku dan kakak menentang ayah kami; keluargaku melawan sepupuku & clan kami; clan kami melawan suku bangsa kami ; suku bangsa kami melawan dunia dan akhirnya kami semua bergabung melawan kafir. - Leon Uris, "The Haj"